Our Articles

Articles in Category: Mariani Ng

The Courage to be Free

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Monday, 13 November 2017.

If you want to become whole, let yourself be partial.
If you want to become straight, let yourself be crooked.
If you want to become full, let yourself be empty.
If you want to be reborn, let yourself die.
If you want to be given everything, give everything up.
Tao Te ching #22, lau Tzu –

 

The courage to be free ?

 

Judul ini kudapat dari salah satu newsletter, menarik.
Butuh keberanian untuk bebas? 
Butuh keteguhan hati untuk bebas?
Benarkah demikian?

 

Bebas memiliki banyak arti, dari berbagai sudut pandang. Di sini, saya ingin melihat dari sudut pandang sikap dan pikiran kita. 

Apakah kita sudah bebas?

Sederhana, lihat saja pada sikap kita sehari-hari. 

Apakah kita sudah bebas dari kata ’menyesal’ dalam diri ini?

Apakah kita sering merasa terjerat dalam sikap dan perilaku yang tidak kita inginkan, tapi kita lakukan juga?

Apakah kita bebas berpikir apa saja, melakukan apa saja, tanpa terjerat oleh perasaan? Tanpa terjerat oleh kecerdasan diri sendiri?

 

 

Siapa Saya?

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Tuesday, 03 October 2017.

Siapa saya?

Seorang peserta training lari ke arah saya, lalu tepat di depan saya dia bertanya ‘siapa saya? Siapa nama saya?’ sambil menunjuk ke dirinya sendiri. Ekspresi wajahnya serius tampak kebingungan. Saya kaget, namun akhirnya tertawa sendiri setelah tahu bahwa dia ‘dikerjain’ oleh temannya dengan hipnotis.

 

Siapa saya?

Saya yakin kita semua pasti ingat nama diri masing-masing. Namun ternyata, adapula atribut lain yang ikut melekat bersamaan dengan kelekatan nama tersebut. Bila nama dilekatkan oleh kedua orangtua sejak lahir sebagai doa dan harapan untuk kemudian hari, atribut demi atribut kita lekatkan demi apa? Belum lagi atribut yang dilekatkan oleh orang lain, dalam rangka apa?

 

Ada satu keluarga 3 bersaudara, dimana ibu mereka selalu membandingkan anak sulung sebagai yang hebat, anak kedua perlu belajar dari si kakak untuk menjaga anak bungsu yang kurang mandiri. Dan kemudian atribut itupun melekat hingga dewasa, yang akhirnya si sulung tumbuh menjadi orang yang ‘hebat’ namun angkuh, anak bungsu terus mencari jati diri karena merasa kurang mandiri, sedangkan anak kedua malah tumbuh lebih dewasa dari kakak dan terus belajar dengan rendah hati. Kelekatan yang tidak disengaja, namun membekas dalam proses tumbuh kembang seorang manusia.

 

Elephant in The Room

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Monday, 18 September 2017.

Kita berdua sama-sama tahu. Hal kecil. Dan kita berdua sama-sama mengabaikannya. Berharap hal tersebut segera berlalu. Namun kemudian rekan kerja di ruang sebelahpun mengetahuinya. Ah, hal buruk cepat tersebarnya. Sekarang sudah ada 3 orang yang tahu, setidaknya salah satu dari kita perlu memberitahu Pak Direktur tentang hal ini sebelum membesar. 

 

Awalnya saya berpikir bahwa kamu yang akan memberitahu beliau. Namun ternyata kamupun mengira salah satu dari kita bertiga yang akan beritahu. Demikian juga dengan rekan kerja ruang sebelah tersebut. Dia mengira kita berdua yang tahu duluan, jadi itu tanggung jawab kita berdua untuk memberitahu Pak Direktur.

 

Alhasil, saat ini seluruh manager sudah tahu. Dan lucunya, kita semua duduk dalam ruang meeting yang sama beberapa kali tapi tidak ada satupun yang mau mengungkitnya. Ada perasaan takut di dalam, apa yang terjadi bila Pak Direktur diberitahu sekarang, setelah terjadi sekian minggu. Dan setiap kali saya lirik kamu, dan rekan manager yang lain, semua hanya diam sambil mengisyaratkan agar salah satu dari kita mengungkit hal tersebut di forum meeting.

 

Ruang meeting pagi tadi terasa hangat dan tidak nyaman walau saya sudah cek remote AC beberapa kali, suhu udara masih tetap sama seperti biasa. Tapi kali ini keadaan tidak seperti biasanya. Pak Direktur mulai menyinggung permasalahan yang kita semua sama-sama sudah ketahui ada masalah sejak beberapa waktu lalu. 

 

Saya lihat manager di sebrang mejaku terus menunduk menulis entah apa di meja. Manajer di sebelahnya melirik kami satu per satu seakan mencari tahu di wajah kami padahal dia salah satu yang paling terlibat dan tahu tentang keadaan permasalahan tersebut. Dan kamu-pun melirik saya sambil tersenyum kecil .. 

 

 

 

Why METAMIND?  read