Our Articles

7 Ketrampilan Dasar Meta Coach

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Tuesday, 12 July 2016.

7 Ketrampilan Dasar Meta Coach

Meta Coach fasilitasi pencapaian tujuan tanpa memberikan solusi.

  • Bagaimana coachee (sebutan untuk klien) bisa mendapatkan solusi yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuannya? lihat disini
  • Ada yang mengatakan bahwa coaching adalah proses bertanya. Benarkah? lihat disini
  • Lalu bagaimana bila tujuan yang ingin dicapai bukanlah tujuan yang diinginkan? Tujuan tersebut adalah tujuan atasan, atau tujuan orang lain yang terpaksa harus dicapainya? lihat disini

Bagi saya, proses coaching adalah seni.
Ibarat sebuah alunan nada yang didansakan bersama antara coach dan coachee-nya untuk mencapai hasil tertentu. Perlu ada kesepakatan bersama atas hasil akhir yang akan dicapai, selanjutnya adalah bagaimana coach mampu mengimbangi gerak coachee dan bersama-sama menikmati dinamika sepanjang alunan nada agar menjadi sebuah ritmik yang indah.

Seni dan kebersamaan adalah 2 kata kunci yang penting.
Seni yang dinikmati seiring dengan fleksibilitas gerak mengikuti dinamika proses yang selalu tak terduga, santai dan terbuka. Kebersamaan, dimulai dari kepedulian seorang meta coach yang menganggap penting tujuan coachee sebagaimana tujuannya sendiri, berusaha melihat dari sudut pandang yang sama namun tetap mampu obyektif, memahami perasaan coachee tanpa melibatkan emosional diri serta selalu membangun kebersamaan agar bisa menjadi dansa yang indah.

Secara keseluruhan memang seorang Meta Coach tidak boleh memberikan solusi, dengan pertimbangan sbb.:

  1. Coachee sudah tahu solusi yang diperlukan, hanya tinggal kejelasan dan alasan untuk menjalankan. (perlu pastikan bahwa coachee sudah memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan).
  2. Jawaban yang terbaik adalah dari dalam sendiri, yang perlu diakses adalah komitmen untuk fokus dan percaya diri untuk menjalankannya. Hal ini bisa diperoleh bila jawaban berasal dari dalam diri coachee, bukan dari pihak eksternal.


Meta Coach cukup fasilitasi dengan pertanyaan yang mengakses solusi tersebut, diurutkan agar lebih jelas dan perkuat kejelasan tersebut dengan pikiran dan perasaan yang selaras.

Yang sering terjadi adalah coachee mengira tahu apa yang diinginkan (tujuan) tapi tak kunjung mendapatkannya. Hal yang terjadi adalah:

  1. Banyak maunya, sehingga tidak fokus. 
  2. Apa yang diinginkan masih berupa gambaran saja, tidak jelas dan belum terukur.
  3. Belum menemukan alasan besar untuk mendapatkannya, kurang penting sehingga kalah oleh prioritas lain.


Meta Coach akan fasilitasi coachee untuk klarifikasi tujuan dan akses kerangka berpikir yang menjadi alasan fundamental mencapai tujuan tersebut di atas kepentingan lain.

Ada 7 ketrampilan dasar yang perlu dimiliki oleh seorang certified Meta Coach: 
1. Listening lihat disini
2. Supporting lihat disini
3. Questioning lihat disini
4. Meta-Question lihat disini
5. Inducing State lihat disini
6. Giving Feedback lihat disini
7. Receiving Feedback lihat disini

Bila seorang Meta Coach menjiwai 7 ketrampilan dasar ini, maka proses coaching akan menjadi ‘seni yang hidup’, yang menggabungkan kemampuan seorang coach untuk membangun suasana yang mendukung agar coachee bebas berekspresi (verbal dan non verbal), mendengarkan apa yang terucap maupun tidak terucap, membantu coachee mendapatkan kejelasan atas apa yang ingin dicapai, bersemangat bergerak menuju tujuan sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncanakan, yang pada akhirnya menemukan kembali peran sebagai seorang manusia seutuhnya, yang bisa beraktualisasi mencapai kebahagiaan lahir dan batin.

About the Author

Mariani Ng

Mariani Ng

She is a Founder of PT. METAMIND Tata Cendekia and the first woman in ASIA who is certified and licensed trainer of  NLP – NS trainings to provide International Certification of Meta-NLP Practitioner, International Certification of Master Practitioner.

Click here for detail

Why METAMIND?  read