Our Articles

Apa itu Coaching?

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Tuesday, 12 July 2016.

Apa itu Coaching?

Coaching is facilitation ..
Ya, coaching artinya adalah proses memfasilitasi seseorang untuk mencapai tujuannya. Tujuan hidup, tujuan bisnis, tujuan kerja, target suatu proyek .. pokoknya segala sesuatu yang menjadi tujuan atau target, dalam hal arti yang positif tentunya. Pada kenyataannya, banyak yang mengira bahwa Coach adalah untuk membantu cari solusi, atau malah memberikan solusi alias jawabannya langsung. Instan, cepat, selesai. Hal ini tentu saja berlaku bila hal yang di-coach adalah bersifat teknis, inipun kita sebut sebagai performance coach.

Seorang sales yang belum tahu seluk beluk tentang produk yang dijual (product knowledge), serta merta perlu langsung diajari, atau diikutkan ke training tentang product knowledge. Itu disebut sebagai coach oleh sebagian besar orang. Diajari karena dia belum tahu jawabannya, jawabannya bersifat absolut dan berlaku umum. Namun ketika sales tersebut sudah tahu poduct knowledge dan merasa kurang percaya diri atau takut ditolak, nah mari kita coach secara inside out. Ketika ingin menjadi lebih percaya diri dan persisten terhadap penolakan, tidak ada jawaban yang absolute bagi setiap orang. Tidak bisa diajari. Mau sampai mulut berbusa-busa memberitahu agar percaya diri, menemani dan support berulang-ulang agar persisten, tetap saja jawaban yang terbaik adalah dari dirinya sendiri. Sales ini butuh transformational coach, yang siap memahami perasaannya, siap mendampingi kegelisahannya, dan bersama-sama menemukan solusi agar bisa mencapai apa yang diinginkan. Meta Coach adalah transformational coach. Kami men-coach seseorang mulai dari internal dirinya sendiri. Kalau mau mengajari atau mengatur cara kerjanya, silakan jadi pimpinan sales tersebut :-D

Sering juga seseorang datang mencari bantuan pada coach karena punya masalah. Well .. tidak salah sih. Tapi sebagai Meta Coach, kami perlu mengajak klien untuk berpikir apa yang diinginkan dengan tidak adanya masalah tersebut. Alias, apa yang diinginkan sebenarnya dengan menyelesaikan masalah tersebut. 

Coaching is conversation ..
Setuju. Sebagai Meta Coach, kami melakukan coaching dengan cara berbicara layaknya pembicaraan biasa saja. Saya pernah bicara santai dengan seorang teman selama hampir 1 jam sambil ngopi, dan pada akhir pembicaraan dia menemukan solusi atas apa yang sedang dihadapinya saat itu. Dia teman ex SMP saya puluhan tahun lalu, dan tidak tahu menahu sama sekali mengenai profesi saya sebagai seorang Meta Coach. Asyik saja berbicara ngalor ngidul .. padahal saya sedang coach dia saat itu. Yang sering terjadi adalah ketika seorang klien mengetahui bahwa dia sedang di-coach, dan coach yang bersangkutan tidak mampu membangun rapport dengan mulus. Alhasil coaching menjadi sangat `teratur' dan sadar penuh kesadaran.

Sadar penuh kesadaran?
Yup!! Dan ini bukan berarti klien-nya dibuat tidak sadar atau terhipnotis saat proses coaching terjadi. Pada saat coaching, kami mengajak klien untuk menyadari secara sadar atas hal-hal yang selama ini tidak disadari, baik itu yang mendukung pencapaian tujuan maupun yang menghambat keberhasilan. Ketika seseorang di-coach dengan sadar penuh kesadaran, maka yang terjadi adalah berusaha melogikakan jawaban, berpikir atas pemikiran yang sudah biasa dilakukan sehari-hari, berpikir dalam kotak pikirannya sendiri, mengutak-ngatik persepsi, mempertahankan `ketakutan' untuk melihat dari sudut pandang berbeda, yang jelas sudah dilakukan berkali-kali tapi belum membuahkan hasil yang optimal.

Dalam bukunya `The Inner Game of Tennis' Tim Gallwey mengatakan proses coaching adalah "Overcome all habits of mind which inhibit excellence in performance". Menangani semua habit yang menghambat keberhasilan. Banyak yang tidak menyadari atas adanya habit2 yang menghambat ini. Dan bahkan bila tahu atas adanya habit inipun, belum tentu seseorang mampu menangani langsung sumber penyebabnya. Di sinilah seorang Meta Coach bekerja. Membantu melihat sisi yang tidak terlihat oleh klien, membantu menemukan sumber penyebab habit tersebut. Bila dianalogikan dengan seseorang yang sedang mencari jalan ringkas mencapai tujuan atau sedang kehilangan arah, seorang Meta Coach akan mendampingi klien untuk berani masuk ke lokasi dengan aman dan tenang, mengajak klien untuk mengenali situasi lingkungan dan menemukan pintunya, membantu klien menemukan kuncinya. Lalu, klien akan segera membuka kunci tersebut dengan penuh percaya diri dan bahagia ..

Coaching is a dance ..
Dansa yang elegan, dengan langkah2 yang berstruktur, mengijinkan seluruh pikiran dan perasaan untuk bebas bergerak ke segala arah mengikuti alunan nada dan kata2 yang bermakna ..

Coaching is adventure ..
Dansa tanpa batas dengan aneka irama yang tidak kita ketahui sebelumnya, mengijinkan diri untuk tidak tahu dan bebas bertanya dengan penasaran ..

Coaching is a journey of relationship ..
Mendampingi klien, bersama-sama dalam suka dan duka untuk menemukan sesuatu yang berharga. Memperkuat kala dia lemah, mengajak serius kala dia bermain, mengajak bercanda kala terlalu serius. Juga, menantang dia untuk terus melangkah walau kaki semakin goyah …

Dan, yang lebih asyik lagi adalah ketika melakukan semua itu dengan pola yang sudah ada dalam konsep di kepala. Berbagai models dan konsep telah kita kenal via NS-NLP. Mempraktekkan pola dan konsep demi konsep tersebut menimbulkan kejenakaan tersendiri .. menari sambil berpetualang dalam obrolan, menemani pencaharian sambil melacak keberadaan … dan terutama, ketika klien kita menemukan pula kejenakaan dalam hidupnya, ketika menemukan titik balik (turning point) untuk keberhasilannya, ketika menemukan ungkit (leverage) untuk mencapai puncak dengan permanen …

So, what is COACHING?
Selamat menemukan jawabannya...

Salam Coaching,
Mariani

About the Author

Mariani Ng

Mariani Ng

She is a Founder of PT. METAMIND Tata Cendekia and the first woman in ASIA who is certified and licensed trainer of  NLP – NS trainings to provide International Certification of Meta-NLP Practitioner, International Certification of Master Practitioner.

Click here for detail

Why METAMIND?  read