Our Articles

CHANGE, Siapa Takut?

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Monday, 27 February 2017.

CHANGE, perubahan. Sebuah kata yang sederhana tapi dalam. Hampir setiap orang yang ditanya mengakui ingin berubah, ingin memiliki hidup yang lebih baik, ingin memiliki prestasi yang lebih baik, ingin memiliki penghasilan lebih tinggi, ingin menjadi seseorang yang lebih berkualitas, ingin hidup lebih hidup lagi. 

 

Jika memang semua yang disebutkan di atas begitu diingini, mengapa ada perasaan enggan untuk berubah? Mengapa ada penundaan saat mau berubah? Mengapa ada keraguan ketika disodori suatu konsep perubahan?

 

Berubah, menghasilkan sesuatu yang baru. Berubah, menjadi sesuatu yang baru. Dan inilah intinya, yang baru itu seperti apa? Yang baru itu apakah masih sama seperti yang sekarang ini? Yang baru itu apakah nyaman atau menyakitkan?

Dalam hiruk pikuk aktivitas sehari-hari, setiap orang merasa punya tujuan. Punya target yang perlu dicapai, punya cita-cita yang ingin direalisasi. Ketika bicara tujuan, seakan-akan meninggalkan sesuatu yang lama dan menuju sesuatu yang baru. Segala sesuatu yang ada di luar secara eksternal tampak begitu indah dan sempurna sehingga membuat masygul atas keberadaan diri sendiri. Akibatnya, segala sesuatu yang ada dalam diri sendiri dianggap kurang baik, kurang sempurna. 

 

Atas nama menggapai cita-cita dan tujuan, kita mulai meninggalkan ’jati diri’ dan berusaha menggapai sesuatu di luar yang ’lebih’ indah. Tanpa disadari, lama kelamaan kita mulai kehilangan jati diri. Mulai menjadi sosok yang dikehendaki orang lain, menjadi seperti orang lain. Akibatnya konsep diri semakin tergerus dan rawan di persimpangan ’siapa saya’ dan ’apa yang saya inginkan’. 

 

Banyak orang tahu apa yang mereka inginkan. Ketika ditanyakan, mereka dapat menjawab dengan jelas apa yang mereka inginkan, lengkap dengan langkah-langkah yang perlu dijalankan. Namun pada saat pelaksanaan, muncul alasan demi alasan. Penundaan, keraguan, ketidakmantapan, bahkan menyalahkan orang lain dan sistem.

 

Jauh di lubuk hati, sebenarnya ada rasa takut. Rasa takut yang tidak bisa dijelaskan, apalagi diakui. Terlalu lemah untuk mengakui ketakutan, memalukan. Namun ini pulalah yang menghambat perubahan. Inti dari semua alasan-alasan yang menghambat perubahan adalah rasa takut. Apalagi bila tidak dilandasi oleh jati diri (yang mulai tergerus hilang karena ditinggalkan tadi), semakin goyah pula rasa aman bila berubah.

 

Ada rasa takut apabila berubah akan menjadi apa? Proses apa yang akan dilalui? Menjadi siapa? Karena sekarang saja sudah mulai ’kehilangan’ pegangan atas diri sendiri, atas jati diri sendiri. Apalagi nanti setelah berubah? 

 

Pada diri sendiri saja sudah tidak percaya, apalagi pada sesuatu yang belum tampak di saat ini. Apakah ada jaminan bahwa setelah berubah nanti akan lebih baik dari sekarang? Apa nanti setelah berubah akan lebih nyaman dari sekarang? Sanggupkah saya? Mampukah saya?

 

Ketakutan yang paling ditakuti adalah rasa takut itu sendiri. Saya pernah merasa takut, beberapa rekan coach-pun mengakui hal yang sama. Pertanyaannya adalah, apa yang kita lakukan ketika merasa takut? Apalagi di saat-saat kita menginginkan perubahan?

 

Apakah kita duduk diam menangisi rasa takut dan ketidakberdayaan diri?

Ataukah kita buru-buru mengingkari adanya rasa takut ini?

Atau ...

Kita terima rasa takut itu dan belajar memahami, ada apa di balik rasa takut ini? Bagaimana kita akan menanganinya?

 

Seperti telah ditulis di atas, bahwa setiap orang ingin berubah. Namun kegoyahan atas jati diri yang membuat ragu dan takut untuk berubah. Maka ketika muncul rasa takut, seberapa berani kita mengakui dan mengenali diri sendiri – itulah yang menentukan seberapa jauh kita akan berubah.

 

Pada dasarnya semua berubah, bahkan sebuah sel terkecil-pun pasti berubah. Jadi, siapa takut? 

 

Selamat berubah !!

About the Author

Mariani Ng

Mariani Ng

She is a Founder of PT. METAMIND Tata Cendekia and the first woman in ASIA who is certified and licensed trainer of  NLP – NS trainings to provide International Certification of Meta-NLP Practitioner, International Certification of Master Practitioner.

Click here for detail

Why METAMIND?  read