Our Articles

Figuring Out People

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Monday, 14 August 2017.

‘Ibu tolong bantu saya. Saya orangnya suka menunda-nunda, ga bisa konsen. Lagi mau kerjain satu hal mendadak kepikiran hal lain. Lg mau kerjain hal lain, eh tiba2 muncul ide baru dan tanpa sadar saya tertarik kerjain hal baru itu. Belum lagi kalau ingat kerjaan2 kemarin yang tertunda. Akhirnya jadi tambah tertunda dan terbengkalai.‘

 

Itu pernyataan salah seorang peserta training kemarin, dengan ekspresi seakan-akan sikap suka menundanya cukup parah dan tidak bisa diperbaiki.

 

Di saat lain, ada lagi pernyataan demikian:

“Saya orangnya cuek, kurang aware dengan keadaan sekeliling. Gampang lupa lagi. Akhirnya banyak yang terabaikan oleh saya. Dalam pergaulan-pun saya kayak kurang perhatian sama teman2, akhirnya teman2 pada kurang suka bergaul dengan saya”.

 

Atau,

‘Saya mau tahu apa kelemahan saya dan perbaiki. Kalau tidak, saya tidak bisa maju2. Mau melangkah tapi sepertinya tertahan, takut kalau nanti gagal lagi bagaimana. Usia saya sudah 40an, saya tidak mau terus mencoba lagi. Teman2 saya sudah pada berhasil. Dulu pernah semangat tinggi, tapi gagal di tengah jalan. Entah apa kata orang waktu itu. Yang jelas saya mau berhasil. Mau coba mulai bisnis lagi, tapi lebih baik saya tangani dulu kelemahan saya baru kemudian mulai berjalan ..’

 

Keadaan2 di atas terjadi bukan karena ada yang ga beres, atau sesuatu banget yang perlu ditangani serius. Keadaan2 di atas terjadi karena perbedaan gaya berpikir. Setiap orang memiliki gaya berpikir masing2, yang kemudian tanpa disadari menjadi karakteristik orang tersebut. Ada yang bilang itu sifat, ada yang bilang itu karakter, ada yang bilang pula bahwa itu kelemahan, bahkan ada pula yang kepalang memberi atribut pada diri sendiri – cuek, suka menunda, nasib. Pernahkah hal ini terjadi pada diri kita sendiri?

Gaya berpikir, thinking preferences yang dalam NLP dikenal sebagai Meta Program.

Meta Program terbentuk dari pola asuh dan proses tumbuh kembang (lingkungan) yang kita terima sejak kecil sampai sekarang ini. 

 

Di masa kecil, seorang anak yang setiap kali mau bercerita selalu disela oleh ibunya (yang super sibuk) agar bercerita singkat dan intinya saja. Akhirnya anak dilatih untuk berkomunikasi global dan berpikir secara general saja. Alhasil, sampai dewasa akan terbiasa menggeneralisir setiap keadaan, sehingga terkesan cuek, padahal dia hanya tidak memperhatikan hal-hal detil. Terkesan pelupa, karena memang hal-hal yang tidak penting dan detil sudah digeneralisasikan sehingga tidak menarik perhatian untuk diingat. Bukan pelupa, tapi tidak perhatian. Bukan pula cuek, tapi kurang detil, semua disamaratakan. 2 hal yang berbeda bukan?

 

Pada contoh keadaan pertama di atas, apakah benar orang tersebut suka menunda-nunda? Atau sebenarnya tidak mampu menentukan prioritas? Lebih lanjut lagi, mungkin bukan soal prioritas, tapi suka dengan banyak pilihan. Dikenal dengan meta program Optional. Orang2 demikian, walaupun sudah ada prioritas kerja, tetap saja tidak akan bekerja sesuai susunan prioritas yang telah ditetapkan. Karena sebenarnya apa yang dihadapi bukan soal susunan prioritas apalagi (menurut beberapa orang adalah) time management. Yang perlu dilakukan adalah tidak mudah ‘tergoda’ atas alternative pilihan lain, ataupun variasi lain. Biasanya orang2 demikian tidak bisa bekerja secara procedural nan rapi. Itu tantangannya - bagaimana mulai membiasakan diri dengan prosedur (tahap demi tahap) dan membatasi diri hanya pada 1-2 alternatif pilihan.

 

Saya memperhatikan bahwa banyak keadaan timbul karena perbedaan gaya berpikir, yang kemudian dianggap sebagai satu kelemahan, dan perlu segera diperbaiki. Padahal, gaya berpikir ini diperlukan dalam konteks tertentu, walaupun tidak cocok pada konteks yang lain.  Jadi, tidak perlu dirubah pula.

 

Stop labeling yourself – expand your meta program.

 

About the Author

Mariani Ng

Mariani Ng

She is a Founder of PT. METAMIND Tata Cendekia and the first woman in ASIA who is certified and licensed trainer of  NLP – NS trainings to provide International Certification of Meta-NLP Practitioner, International Certification of Master Practitioner.

Click here for detail

Why METAMIND?  read