Our Articles

Klik, Hidup Anda Telah ‘ON’!!

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Monday, 04 December 2017.

Hari yang terik, saya malas keluar dari ruangan ini. Meskipun tahu ada beberapa hal yang perlu saya selesaikan hari ini di Jakarta, ada janji meeting dengan seorang klien (kalau sekretarisku belum berhasil menggeser jadwalnya), ke bank (kalau istriku belum berhasil atur jadwal di sela-sela istirahatnya), urus dokumen di kantor notaris, ke kantor. Ah ... apalagi ke kantor, banyak sekali yang harus diselesaikan. Mulai dari laporan anak buah hingga surat-surat yang harus diperiksa dan ditandatangani. Belum lagi beberapa hal yang mesti diselesaikan, walau hanya via telpon!! Hahh, bukankah via telpon bisa dilakukan dari vila ini? Ah, malas .....!!!

 

Saya pandangi saja pohon-pohon hijau dari kejauhan di kaki gunung sana. Alangkah indahnya kalau bisa hidup selamanya di sini, alangkah indahnya kalau bisa terus menikmati keindahan alam ini. Tidak perlu terus menerus terlibat dalam hiruk pikuk kesibukan kantor yang monoton, tidak perlu terjebak dan bermacet ria di kota metropolitan. Duh!!!

 

‘Ting!’, bunyi keluar dari laptop yang diletakkan di atas meja ruang tamu. Sudah beberapa hari saya berdiam diri di vila sepi ini, membawa serta setumpuk pekerjaan dan laptop lengkap dengan sambungan internetnya. Rencana semula mau kerja di tengah kesejukan pegunungan ini, rencana mau mengumpulkan energi agar bisa lebih produktif lagi ketika kembali nanti. Entah sampai kapan. Karena sudah 1 minggu saya tinggal di sini, sampai sekarang masih duduk menikmati pegunungan indah sambil malas-malasan membuka pekerjaan yang seharusnya sudah diselesaikan beberapa hari lalu.

 

‘Ting!’, bunyi lagi.

Saya pandangi laptop di meja kecil depan sofa, yang sudah nyala dari kemarin malam. Selama di sini saya sibuk YM (Yahoo Messenger) dengan beberapa teman yang tersebar di beberapa kota. Ada kesenangan tersendiri, bercanda dan meledek mereka, diskusi ringan tidak menentu arah. Lumayan untuk menghilangkan kepenatan dan kejenuhan kerja selama ini. Benarkah? Ah...!! 5 malam berturut-turut saya YM-an, membuat ketagihan – bukannya tambah relaks, malah tambah seru. Ada hal-hal tertentu yang membuatku tidak mau lepas dari layar di depan. Bebas ber-ekspresi (toh tidak ketemu orangnya ini), bebas curhat (toh yang bersangkutan tidak tahu ekspresi wajahku), bebas meledek tanpa batas ... 

 

Saya sadari semuanya memang maya, tapi mengasyikkan bisa sejenak keluar dari dunia nyata yang penuh kesibukan ini. Sejenak? Jantung ini tiba-tiba berdetak kencang. Sudah seminggu saya di sini, sementara deadline beberapa pekerjaan sudah terlampaui, belum lagi ada beberapa hal yang perlu di follow-up minggu ini!! 

 

Ada kejengahan, dan rasa lelah tiba-tiba menyergap, walau saya baru selesai mandi. Walau baru beberapa menit lalu saya menikmati kesegaran pagi hari di pegunungan ini, relaks dan segar. 

 

‘R u thr?’, ketikan muncul di layar.

Saya pandangi saja. ‘Apakah saya di sini?’. Secara fisik saya di sini, duduk persis di depan laptop, bahkan perasaan mengasyikkan-pun muncul menggoda mengajak untuk masuk kembali ke dunia maya tersebut, yang pasti mengasyikkan. ‘Am I here?’, tanya saya kembali ke diri sendiri.

 

‘Apa yang telah saya lakukan selama ini?’, pikiran mulai menerawang kembali ke hari pertama saya masuk ke vila ini. Bermula dari ide agar bisa istirahat sambil bekerja di sini, sambil menikmati keindahan alam yang selama ini sangat saya rindukan. Berharap ada kedamaian dan ketenangan ketika berada di tengah kesunyian dan keheningan pegunungan yang sejuk ini sehingga bisa lebih produktif menyelesaikan masalah. 

 

Tapi ternyata tidak ada ketenangan, apalagi kedamaian. Hati saya resah selama 2 hari pertama, pikiran tidak menentu di antara beberapa konflik, antara kehidupan pribadi dan profesional. Atas penentuan masa depan bisnis dan masa depan saya sendiri, atas keputusan orangtua dan keputusan RUPS. Selanjutnya ditambah resah lagi karena asyik di dunia maya, sambil tetap meresahkan pekerjaan dan masalah yang tertunda. Double resah!!

Lalu apa yang telah saya lakukan?

Keputusan apa yang telah saya pilih? Rencana apa yang telah saya susun? Tidak ada!! Karena ternyata konflik di Jakarta tetap menjadi konflik di sini, keresahan di Jakarta tetap menjadi keresahan selama di sini (malah tambah). Memang saya merasa lebih ‘relaks’ dan ‘tenang’ beberapa malam ini, tapi bukan karena penyelesaian atas keresahan awal. Itu karena saya telah berhasil ‘melarikan diri’ sejenak ke dunia maya, ke dunia tidak nyata dimana memang awalnya tidak ada keresahan dan konflik. 

 

Masalah tetaplah masalah, konflik tetaplah konflik selama saya tidak berani menghadapinya. Yang harus saya hadapi sebenarnya bukanlah keresahan atau kejenuhan, tapi pikiran sendiri. Pikiran yang selalu ingin lari dari kenyataan, pikiran yang selalu ingin mencari jalan singkat untuk tenang tanpa berusaha menangani permasalahan itu sendiri. Ketenangan dan kedamaian bukan berasal dari luar, tapi justru bersumber dari dalam diri sendiri. Ah!! Sudah berapa lamakah saya berada dalam kebingungan ini? Sudah berapa lamakah saya berada dalam kehidupan seperti ini? Sudah berapa banyakkah saya mensia-siakan hidup ini?

 

‘Ting!’, bunyi lagi di laptop. ‘R u thr?’

‘No, i’m not’. Disusul dengan klik tegas, ‘send’.

Saya menghentakkan kaki berdiri meninggalkan laptop itu, menuju meja makan dimana tergeletak beberapa dokumen yang sudah menunggu selama beberapa hari. Inilah yang membuat hidup ini lebih hidup. Satu tantangan tersendiri untuk menangani rutinitas yang konon membuat jenuh, satu keasyikan tersendiri untuk berani mengambil keputusan di tengah konflik. Dan satu keberanian untuk memulai sudut pandang baru. Karena itu berarti kita telah menang atas diri sendiri, itu berarti kita telah menjadi tuan rumah atas hidup sendiri. Kemanapun saya pergi, toh sangat bergantung dari apa yang ada dalam pikiran dan perasaan diri sendiri, yang selalu dibawa kemanapun saya pergi. Mau di Jakarta, mau di sini, sama saja!! Apapun yang terjadi di dunia nyata, sangat tergantung dari bagaimana kita mengartikannya. Hidup ini memang seru, tapi indah!!

 

‘KLIK, HIDUP ANDA TELAH ‘ON’!!

About the Author

Mariani Ng

Mariani Ng

She is a Founder of PT. METAMIND Tata Cendekia and the first woman in ASIA who is certified and licensed trainer of  NLP – NS trainings to provide International Certification of Meta-NLP Practitioner, International Certification of Master Practitioner.

Click here for detail

Why METAMIND?  read