Our Articles

Supporting (Mendukung)

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Wednesday, 12 July 2017.

Keadaan/Perilaku mendukung agar pembicaraan menjadi terbuka dan lancar.

 

Saat merasa dihargai dan penting untuk didengarkan, seseorang akan semakin bersemangat untuk cerita. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar yang bersangkutan mau lebih terbuka dan bercerita dengan nyaman. 

 

1. Kejelasan tata laksana sesi coaching: hal ini akan membantu agar sesi coaching menjadi efektif, coachee jadi jelas tentang apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan.

a. Waktu: di awal coach memberitahu jumlah waktu untuk sesi coaching kali ini, dan bagaimana akan mempergunakannya dengan efektif. 

b. Aturan main: agar coachee mengetahui apa yang dilakukan oleh coach selama sesi coaching.  

Misal:

- Coach akan memancing jawaban, tidak memberi jawaban karena jawaban terbaik adalah dari coachee itu sendiri.

- Bila terlalu melenceng dari topik maka coach akan memberi interupsi.

- Coach akan menulis beberapa hal penting namun tetap bersifat rahasia bagi orang lain (confidential).

2. Dukungan pada coachee:

a. Membangun rasa percaya dan aman untuk bercerita.

b. Membangun koneksitas secara implisit, dengan menyamakan ‘frekuensi’ dalam bentuk penyamaan nada suara, kecepatan suara, menyamakan cara duduk, tingkat energi, dan hal lain yang dilakukan secara fisiologi untuk menunjukkan perasaan dipahami. Perasaan koneksitas ini bisa dibuktikan dengan kedua belah pihak berbagi ruang yang sama ketika bercerita. 

c. Mengulangi persis kata-kata yang diucapkan sebagai bentuk cerminan pada coachee. Hal ini akan membantu coachee untuk menyadari sendiri kata-kata yang telah diucapkan. Tidak perlu seluruh kalimat, namun cukup yang penting dan berarti saja.

d. Memberikan rangkuman atas apa yang telah dibahas setelah beberapa waktu, agar coachee dapat gambaran lebih jelas secara keseluruhan apa yang sedang dibahasnya. Saat di-coaching, coachee cukup intensif berada dalam pemikirannya sendiri yang kadangkala terlalu banyak sedemikian rupa sehingga lupa pada bagian-bagian tertentu. 

e. Validasi atas apa yang disampaikan.

f. Ikut merayakan atas suatu keberhasilan.

g. Perasaan simpati atas apa yang sedang dirasakan sehingga coachee tidak merasa sendirian.

 

Kata kunci dari ketrampilan memberi dukungan (supporting) ini adalah peduli dengan keadaan klien (coachee) yang ditunjukkan dengan berbagai perilaku di atas. 

Ketidakpedulian coach pada sesi coaching akan menyebabkan klien (coachee) merasa tidak nyambung, tidak ada perasaan koneksitas sehingga jadi malas bicara apalagi terbuka lebih lanjut.

 

About the Author

Mariani Ng

Mariani Ng

She is a Founder of PT. METAMIND Tata Cendekia and the first woman in ASIA who is certified and licensed trainer of  NLP – NS trainings to provide International Certification of Meta-NLP Practitioner, International Certification of Master Practitioner.

Click here for detail

Why METAMIND?  read