Delusi Kesuksesan

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Saturday, 09 July 2016.

Delusi Kesuksesan

Mengapa begitu sulit untuk maju? 

 

Seandainya… 

Saat akan melangkah di depan pintu mendadak terlintas pikiran kaki mana yang sebaiknya melangkah duluan, kiri atau kanan. Pikiran itu muncul karena mendadak ingat kata nenek bahwa kalau melangkah perlu dengan kaki kiri duluan agar berhasil mencapai tujuan. Lalu sekarang sama sekali tidak jadi melangkah karena ada protes dalam hati kecil, ngapain percaya begituan. Di sisi lain yakin melangkah dengan kaki kanan saja karena biasanya juga demikian dan baik-baik saja. Lalu kemudian muncul pikiran lain lagi bahwa kali ini melangkah menuju tempat untuk presentasi satu project besar, jadi perlu benar agar berhasil. Alhasil .. dijamin pasti berhenti sekian detik di depan pintu tidak melangkah sama sekali, atau malah salah satu kaki sudah diangkat menggantung tunggu keputusan kaki mana yang sebaiknya melangkah duluan. Nanggung.

Mengapa saya? Mengapa tidak?

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Friday, 08 July 2016.

Mengapa saya? Mengapa tidak?

Tulisan ini berawal dari kenyataan ‘harus’ menulis artikel untuk sebuah media cetak. Mau diterbitkan segera. Lalu saya menggerutu, seandainya saja bukan saya. Tapi kemudian saya balik menggerutui gerutuku tadi, siapa suruh suka menunda-nunda. Ahhhh ...

 

Lalu saya mulai berusaha mengetik di smartphone, ketik 1 paragraf dengan berbagai koreksi – backspace sambil menggerutu lagi – why me. Kenapa saya yang harus menulis? Bukankah ada orang lain juga yang tahu ilmu ini dan bisa menulis juga. Lagi-lagi entah bagian mana dari diri ini yang ikut menimpali, kapan selesainya kalau dari tadi hanya menggerutui diri sendiri.

 

Hmm ... Ternyata itu sebabnya.

Alih-alih mengerjakan tugas dan amanah, saya sibuk berkonflik dengan diri sendiri, gerutu menggerutu protes ‘mengapa saya’ ... alhasil waktu dan pikiran saya lebih tersita pada diri sendiri, suka mengerjakan atau tidak, merasa terpaksa atau tidak .. daripada fokus pada apa yang mau dituliskan.  Alhasil kemudian muncul ide untuk menuliskan ini. 

 

Pernahkah Bapak dan Ibu alami seperti pengalaman saya di atas?

Siapa Tuannya siapa?

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Sunday, 12 June 2016.

Siapa menguasai siapa?

 

Di pinggir jalan ada petunjuk belok kiri menuju tempat yang sedang kutuju, tapi google map di ponselku menunjuk ke arah yang berbeda, lurus. Sejenak ada keraguan mau pilih arah mana namun kemudian kuputuskan lurus saja menuruti petunjuk mbah Google meskipun jalan di depan saya ini mulai macet. Alhasil, mobil saya baru jalan sedikit lalu berhenti. Maju lagi tersendat .. 2 jam berada dalam kemacetan kulalui dengan sabar sambil menahan lapar. Mengikuti arah petunjuk google map ini ternyata kembali ke jalan semula. Jalan di mana ada petunjuk belok kiri tadi. Huahahaaaaa ....

 

Saya tertawa bukan karena google map salah tunjuk. Bukan pula karena saya kembali ke tempat semula setelah 2 jam berada dalam kemacetan plus lapar tadi. Saya menertawai ketidakpedean saya. Lucu. Malu. Geli. Wkwkwkkkk ....

 

Dulu sebelum ada google map, saya selalu ikuti petunjuk jalan. Dulu ketika kantor saya masih di kompleks pertokoan, setiap kali pulang tinggal kendarai mobil pulang tanpa mikir lewat jalan mana. Ketika kantor pindah ke area samping tol, setiap kali pulang saya selalu melirik ke jalan tol apakah macet atau tidak baru kemudian ambil keputusan mau pulang lewat tol arah mana. Sekarang, setiap kali mau pulang selalu tanya mbah Google terlebih dahulu jalan mana yang lancar padahal masih bisa melirik ke jalan tol yang sama. Seakan tidak lengkap kalau tidak tanya mbah Google. Dan alhasil .. nyasar plus habiskan waktu dan enerji di jalan tadi dengan sia-sia, hanya karena ketergantungan, atau karena tidak percaya diri lagi tanpa bantuan teknologi?

Why METAMIND?  read