Persepsi

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Monday, 28 March 2016.

Persepsi

Setiap orang punya persepsi, karena kita berespon terhadap persepsi. Ketika kita berbicara, kita berharap orang lain mengerti persepsi kita atau maksud kita. Namun tidak jarang terjadi salah persepsi.

Persepsi adalah apa yang kita pikirkan. Pada saat berkomunikasi, kita berusaha untuk menyampaikan apa yang ada di pikiran kita kepada orang lain.  Komunikasi yang tidak jelas bisa menimbulkan salah persepsi. Untuk itu lakukanlah komunikasi dengan jelas.

Selain dari komunikasi, persepsi juga datang dari sebuah kejadian. Jika dalam komunikasi ada salah persepsi, maka dari sebuah kejadian, bisa terjadi prasangka. Yang berpikir positif akan melihat sebuah kejadian secara positif. Sebaliknya yang berpikir negatif akan melihat sebuah kejadian secara negatif.

Self-Leadership

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Sunday, 08 November 2015.

Telur yang dipecahkan dari luar tidak akan terjadi kehidupan. Anak ayam baru bisa hidup bila telur menetas sendiri dari dalam.

 

Demikian juga dengan keberhasilan diri. Pihak eksternal bisa saja terus memberi motivasi dan dukungan, mengajak dan memimpin kita menuju keberhasilan. Berapa banyakkah yang berhasil? Berapa banyak pula yang berjalan terseret-seret kalau tidak mau dibilang berhenti sama sekali? Di perusahaan, banyak waktu dan energi terkuras hanya untuk memotivasi dan memberi dukungan pada karyawan, yang sebenarnya bisa dialokasikan untuk fokus pada pengembangan lain.

 

Mau dibawa kemana hidup ini?

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Saturday, 31 October 2015.

Mau dibawa kemana hidup ini?

Kita sering merasa tahu apa yang kita mau, apa yang kita kehendaki. Begitu yakinnya sampai kita tidak pernah berhenti sejenak untuk berpikir secara spesifik, mau dibawa kemana hidup ini, apa tujuan hidup kita. Begitu yakinnya sampai membuat kita sibuk beraktifitas dalam rangka mencapai apa yang kita kehendaki itu, hari demi hari. Tak kenal lelah, tak kenal putus asa. Sayangnya, aktifitas-aktifitas ini hanya membuat kita terlelap dalam kesibukan tanpa akhir. Tanpa mengetahui secara spesifik apa yang kita inginkan, bagaimana kita tahu persis apa yang perlu kita lakukan? Tanpa pertimbangan tujuan yang spesifik, bagaimana kita bisa evaluasi langkah-langkah yang telah kita perbuat?

 

 

Why METAMIND?  read