Articles in Category: Mariani Ng

Self-Leadership

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Sunday, 08 November 2015.

Telur yang dipecahkan dari luar tidak akan terjadi kehidupan. Anak ayam baru bisa hidup bila telur menetas sendiri dari dalam.

 

Demikian juga dengan keberhasilan diri. Pihak eksternal bisa saja terus memberi motivasi dan dukungan, mengajak dan memimpin kita menuju keberhasilan. Berapa banyakkah yang berhasil? Berapa banyak pula yang berjalan terseret-seret kalau tidak mau dibilang berhenti sama sekali? Di perusahaan, banyak waktu dan energi terkuras hanya untuk memotivasi dan memberi dukungan pada karyawan, yang sebenarnya bisa dialokasikan untuk fokus pada pengembangan lain.

 

Mau dibawa kemana hidup ini?

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Saturday, 31 October 2015.

Mau dibawa kemana hidup ini?

Kita sering merasa tahu apa yang kita mau, apa yang kita kehendaki. Begitu yakinnya sampai kita tidak pernah berhenti sejenak untuk berpikir secara spesifik, mau dibawa kemana hidup ini, apa tujuan hidup kita. Begitu yakinnya sampai membuat kita sibuk beraktifitas dalam rangka mencapai apa yang kita kehendaki itu, hari demi hari. Tak kenal lelah, tak kenal putus asa. Sayangnya, aktifitas-aktifitas ini hanya membuat kita terlelap dalam kesibukan tanpa akhir. Tanpa mengetahui secara spesifik apa yang kita inginkan, bagaimana kita tahu persis apa yang perlu kita lakukan? Tanpa pertimbangan tujuan yang spesifik, bagaimana kita bisa evaluasi langkah-langkah yang telah kita perbuat?

 

 

Click "Yes" to say "No"

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Monday, 14 September 2015.

Click

Robert tiba-tiba ditelpon seorang sahabat lama yang mengajak bertemu sore nanti di bandara. Terakhir mereka bertemu 10 tahun lalu, ketika dia pamit untuk pindah sekeluarga ke luar negeri. Hati  Robert gembira karena bisa melepas kangen segera sore ini, rindu pada seorang sahabat bermain sejak SD dulu.

 

Bak pucuk dicinta ulampun tiba, diapun langsung setuju bertemu tanpa periksa jadwal terlebih dahulu. Alhasil, sekretaris mengingatkan bahwa ada janji untuk bertemu dengan salah seorang klien di sore itu, pada jam yang sama. Sejenak terjadi konflik dalam hati, pilih sahabat yang sudah lama tidak bertemu, atau klien? Mungkinkah dua-duanya? Tidak!! Karena sahabat yang satu ini hanya transit di Jakarta dan akan segera terbang ke negaranya malam ini juga. Hanya ada waktu 2 jam untuk ngobrol di bandara.

 

Secara profesional, Robert harus menepati janji saya bertemu dengan klien. Tidak ada pilihan lain, juga tidak bisa diwakilkan. Dalam hati timbul kekecewaan, karena kesempatan untuk bertemu dengan sahabat lama hilang sudah. Dengan terpaksa pula dia menelpon kembali sahabat lamanya, memberitahu bahwa dia ada janji bisnis. Dan di akhir telpon, Robert janjikan akan berusaha untuk bertemu walau sedikit terlambat. Dia tidak rela membuang kesempatan untuk bertemu kali ini. Dia masih tidak rela untuk mengatakan ‘No!’ pada apa yang diinginkannya, walau tidak mungkin terjadi. 

Why METAMIND?  read