Articles in Category: Mariani Ng

WFH Entah Hari ke Berapa

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Sunday, 03 May 2020.

Waktu cepat berlalu, tanpa sadar entah sudah hari ke berapa kita stay@home, #dirumahaja, WFH.

Saat awal karantina diri sepulang dari Seoul 2 Maret lalu, saya masih bersantai ria menikmati 'cuti' 14 hari. But entah hari ke 5 atau 10, saya mulai bosan dan sadari bahwa 'cuti' ku tidak akan berlalu cepat. Masih akan berkepanjangan. Training (temu muka) pasti ga bisa jalan di saat begini. Saya mulai intip online. Puji Tuhan saya diajak ikutan memberi online gratis sejak minggu pertama masa WFH, dan karena gratis, saya-pun ikut belajar di online trainer-trainer lain. Ternyata banyak hal baru. Yang tadinya ikutan gratis mulai berbayar, karena ada harga pasti ada barang. I want to learn more. And they are worthed.

Invest Your Focus On The Right Place

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Tuesday, 17 March 2020.

Invest our focus on the right place

Kalimat ini mendadak muncul saat ngobrol dengan anakku. Entah karena banyak hal ga penting yang muncul dalam dinamika hidup kami belakangan ini, atau karena berita-berita pandemic Covid19 yang ga jelas mana data mana hoax. 

Walau hanya dengan video call jarak jauh Toronto - Jakarta, kami bahas dari satu hal ke hal lain, berganti-ganti topik sambil tertawa sendiri. Too much stuffs hanging there in our mind (yang) ga penting banget :-D

Salah satunya adalah case Pandemic Covid19 belakangan ini. Pada awal-awal munculnya Covid19, yang waktu itu masih disebut sebagai Coronavirus, saya terus ikuti berita demi berita, khususnya yang masuk ke whatsapp group demi group. Penting, karena saat itu kami masih dalam persiapan untuk training Coaching Mastery di Bali (yang rencananya di tengah Maret ini tapi kemudian mundur ke bulan Juli yang akan datang). Lalu si virus ini terus menyebar jadi epidemi, dan sekarang WHO menyatakan resmi sebagai pandemic Covid19.

Lalu, apakah hari-hari kita hanya dilalui dengan berita dan kekhawatiran? Apalagi ada yang sampai debat pro dan kontra berbagai kebijakan pemerintah. Makin ga jelas.

Tarik nafas sejenak dan kemudian berpikir, kemana sebenarnya kita investasikan fokus ini. Terlalu berharga bila hanya membaca berita pada HP di tangan, via WA terutama. Lalu khawatir dan waswas, teruskan lagi membaca dan larut terus hanyut membaca, seakan pandemic itu akan berakhir bila dibaca habis.

Why People Lie?

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Sunday, 19 January 2020.

Why People Lie?

Hampir setiap kali saya menjelaskan tentang gerak bola mata (eyes accessing cues) di Meta-NLP Practitioner, peserta bertanya bagaimana mendeteksi orang yang sedang bohong. Karena menurut teori, kalau bola mata bergerak ke kiri berarti sedang mengingat (recall memory) dan ke kanan berarti imajinasi (construct). Dengan asumsi kalau hal yang ditanyakan adalah mengenai masa lalu, maka seyogyanya orang tersebut melihat ke kiri. Kalau orang tersebut mengakses ke kanan, maka jawaban yang diberikan adalah rekayasa, alias bohong. Benarkah?

Saya tidak pernah ada kata 'bohong' dalam kamus. Menurut saya, setiap orang baik adanya. Namun tidak bisa dipungkiri juga, bahwa ada saja orang-orang yang berkata tidak sesuai dengan fakta yang ada. Bukankah itu berbohong?

Lalu apa yang menyebabkan seseorang berbohong? Saya amati beberapa kejadian dimana orang yang berkata-kata tidak sesuai dengan fakta. Ada 2 faktor psikis yang menyebabkannya:

Why METAMIND?  read