Articles tagged with: neuro-semantics

Meta-Question (2)

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Thursday, 21 January 2021.

Cara bertanya mengarahkan pikiran seseorang. Kita mengenal ada 2 jenis pertanyaan, yakni primary question dan meta question.

- Primary question adalah pertanyaan yang ditanyakan ke arah luar, tentang suatu keadaan dan kejadian yang dialami. Pertanyaan ini bersifat menjelaskan eksternal, dan akan selesai begitu kita mendapatkan keterangan atas keadaan atau kejadian tertentu.
- Meta question berarah ke dalam, ke internal seseorang, tentang pikiran dan perasaan orang tersebut atas suatu keadaan atau kejadian yang dialami. Pertanyaan ini bersifat reflektif, mengajak orang tersebut berpikir dan berpikir kembali dan bisa terus eksplorasi tanpa batas berdasarkan klasifikasi pemetaan cara berpikir orang bersangkutan. (Silakan terus baca penjelasannya di bawah ini)

Meta question adalah ciri khas dari Neuro-Semantics, salah satu ketrampilan yang perlu dimiliki oleh setiap Meta Coach dalam memfasilitasi klien menemukan ‘leverage point’-nya untuk transformasi diri.

Apa pentingnya menggunakan meta question ini?

THE REAL PANDEMIC — THE FEAR VIRUS

Written by L. Michael Hall, Ph.D Posted in L. Michael Hall, Ph.D. on Friday, 20 March 2020.

From: L. Michael Hall
2020 Neurons #11
March 12, 2020

While the coronavirus (covid-19)  is a new and unknown medical problem, and like the flu and other  viruses, it is to be dealt  with intelligently.  The real pandemic that  we’re facing today, however, is the pandemic of fear.   What we know today  is that  the great majority  of people who will catch the virus will recover. That’s been the case in China.

The real pandemic is not even fear.   Fear is a good  healthy emotion when there is something truly threatening and dangerous.  Fear motivates us to take  precautions.  In this case, washing hands regularly, social distancing, staying healthy, etc.   Fear, however, becomes unhealthy when it is unrealistic and exaggerated. And fear becomes toxic and dangerous when we are fearing fear.   With healthy fear, the energy that  the emotion of fear evokes gives you something to do —a way of directing your energies to do what  you can.

With unhealthy fear, the energy that  is evoked has nowhere to go except to your mind, your emotions, and your body.  You become fearful  of yourself, your experience, and all sorts of concepts— like the future. This is what  has been happening— mostly thanks to the media who puts it front and center 24/7.  People are fearful  of what  the coronavirus means, or could  mean, and that  has led to a lot of panicking.  It has led to runs on goods at grocery stores, the sell-off of the markets on Wall Street, cancellations on traveling, non-medical people wearing masks (which does nothing), etc.
 

Pelita

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Monday, 21 October 2019.

Pelita

Tahun 2006, saat mengunjungi Grace Cathedral San Fransisco, saya ingin pasang lilin dan berdoa di gereja tersebut. Gereja-gereja Katolik pada umumnya memiliki ruang untuk pasang lilin dan berdoa. Gereja ini menempatkan tempat berdoa ini di pojok kanan dekat pintu masuk. Tempat pasang lilin untuk berdoa di sini adalah berupa gelas-gelas kaca dengan minyak di dalamnya, dimana mengapung gabus tipis dan sumbu yg diikatkan ke gabus tipis tersebut. Gelas-gelas ini sudah ada di tempat yg disusun berjenjang, bertingkat sedemikian rupa hingga hanya ada satu gelas di tempat teratas dan satu di tempat terbawah.

 

Saat itu, maksud hati ingin pasang di tempat tertinggi, biar pelita saya terang benderang. Namun apa daya gelas di tempat tertinggi sudah menyala, hanya tersisa tempat terbawah saja, di lekukan bawah yg sejajar dengan meja. Jadi gelas pelita terbawah ini akan tertutup oleh meja bila dilihat dari jauh. Tidak akan terlihat. Apa boleh buat, saya terpaksa menyalakan pelita di lekuk terbawah tersebut, satu-satunya yang tersisa. Berdoa dan kemudian jalan keliling ruang gereja.

 

Gereja ini bangunan kuno tinggi, dimana ada aula besar tinggi utk misa di tengah dengan altar di ujungnya, dipisahkan oleh pilar-pilar besar dengan koridor panjang di sisi kiri dan kanan. Tempat pelita tadi ada di ujung sisi kanan dekat pintu masuk. Setelah berdoa, saya mulai berjalan keliling mulai dari sisi kiri di sebrang, menikmati relief dan lukisan yg terdapat di tembok sisi kiri tersebut. Lalu berbelok kanan menuju altar, menikmati altar sejenak dan kemudian belok kanan lagi akan berjalan di koridor kanan. Saat saya siap berjalan, mata saya terantuk pada cahaya terang di ujung sana.. tempat pelita-pelita tadi.

Why METAMIND?  read